Kembali ke Blog

Memaknai Nilai-Nilai Tauhid di Balik Ibadah Kurban (Idul Adha)

Memaknai Nilai-Nilai Tauhid di Balik Ibadah Kurban (Idul Adha)

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam di seluruh dunia bersiap untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau kurban. Namun, esensi kurban sesungguhnya jauh lebih dalam daripada sekadar menyembelih hewan ternak dan membagikan dagingnya kepada masyarakat. Dalam ibadah kurban, terkandung nilai-nilai tauhid yang sangat luar biasa yang patut diresapi oleh setiap Muslim.

Dr. H. Sofyan Munawar, M.A. dalam khutbahnya memaparkan lima nilai tauhid mendasar yang tersemat di dalam pelaksanaan ibadah kurban, yaitu:

1. Tauhid Uluhiyah: Ibadah Murni Hanya untuk Allah

Pilar pertama dari ibadah kurban adalah Tauhid Uluhiyah, yaitu mengikhlaskan seluruh niat dan ibadah hanya kepada Allah SWT. Kurban adalah persembahan mutlak untuk Sang Pencipta, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-An'am ayat 162-163 bahwa salat, sembelihan (kurban), hidup, dan mati hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.

Lebih lanjut, ibadah kurban tidak boleh disalahgunakan untuk tujuan syirik, seperti menjadikan hewan sembelihan sebagai 'tumbal' untuk jin, penunggu tempat, maupun penguasa laut. Rasulullah SAW secara tegas melaknat siapapun yang menyembelih hewan untuk selain Allah.

2. Tauhid Ketaatan dan Ketundukan yang Total

Nilai kedua berakar pada kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Saat Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ibrahim menunjukkan kepasrahan total (sumerah).

Ketaatan ini mengajarkan bahwa seorang Muslim sejati harus patuh pada ketetapan Allah, meskipun terkadang perintah tersebut seolah tidak sejalan dengan logika atau perasaan manusia. Ujian ini juga membuktikan bahwa cinta seorang mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya harus ditempatkan di atas segala bentuk kecintaan duniawi, termasuk cinta kepada anak.

3. Tauhid dan Pengorbanan Harta

Pada umumnya, manusia memiliki kecintaan yang amat sangat terhadap harta benda, hingga tak jarang harta dijadikan "tuhan kecil" di dalam hati. Melalui syariat kurban di bulan Zulhijah, Allah SWT meminta hamba-Nya untuk mengorbankan sebagian harta yang dicintainya demi membeli hewan kurban.

Ini adalah bentuk pengorbanan untuk menekan sifat rakus dan tamak. Sedekah atau harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan pernah berkurang nilainya; justru Allah akan menggantinya dengan kuantitas yang lebih besar atau mengaruniakan keberkahan atas harta tersebut.

4. Tauhid dan Takwa: Bukan Daging yang Sampai Kepada Allah

Dalam pelaksanaan kurban, besarnya ukuran sapi atau mahalnya harga kambing bukanlah tolok ukur utama yang dinilai oleh Allah. Sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Hajj ayat 37, daging dan darah hewan kurban itu sama sekali tidak akan mencapai keridaan Allah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan kitalah yang sampai kepada-Nya.

Orang yang berkurban kambing berukuran kecil namun didasari niat murni lillahi ta'ala jauh lebih mulia di sisi Allah dibandingkan orang yang menyembelih sapi raksasa namun diliputi rasa riya (ingin pamer).

5. Tauhid dan Kepedulian Sosial

Terakhir, kurban merajut hubungan yang erat antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Daging hewan yang disembelih tidak hanya boleh dimakan oleh orang yang berkurban, tetapi sebagian besarnya harus dibagikan kepada orang-orang fakir yang membutuhkan kelangsungan hidup, maupun mereka yang menahan diri dari meminta-minta. Hal ini menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, dan kepedulian di tengah masyarakat.

Kesimpulan: Ibadah kurban adalah refleksi keimanan paripurna seorang Muslim. Bagi Anda yang memiliki kelebihan rezeki dan kemampuan, sangat ditekankan (sunah muakkadah) untuk menunaikan ibadah ini. Mari teladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan jadikan momen Idul Adha untuk memperkuat tauhid, mengendalikan hawa nafsu duniawi, dan menebar kebaikan kepada sesama.

Video Sumber

K

Khairul Basar

Penulis & Kontributor

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Verifikasi akun Google untuk berkomentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!