Artinya : dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(Surat Al Anbiya 21:107)

I. Mukaddimah

Suara-suara sinis bahwa Islam agama teroris mulai menggaung kembali terutama setelah peristiwa berdarah beberapa hari yang lalu di depan gedung Sarinah, Thamrin Jakarta . Dan gaung tersebut timbul karena dua kemungkinan, yaitu ketidak mengertian masyarakat tentang ajaran Islam yang sebenarnya atau karena kebencian terhadap orang-orang Islam. Padahal arti Islam itu sendiri yaitu kedamaian dan orang yang berusaha memberi kedamaian disebut Muslim. Seorang Muslim sebenarnya tidak akan melakukan keresahan, kekerasan maupun kekacauan dalam masyarakat. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagai berikut:

Artinya: Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR Bukhari)

Oleh karena itu dalam buletin Jumat ini, penulis mencoba menjelaskan bagaimana sebenarnya hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menurut ajaran agama-agama besar di dunia terutama Islam.

II. Islam Dan Toleransi Kehidupan Beragama

Walaupun seorang Muslim berbeda agama dengan pemeluk-pemeluk agama yang lain, akan tetapi Islam mengajarkan kepada pemeluknya harus tetap saling hormat-menghormati antara satu dengan yang lain, termasuk didalam masalah yang menyangkut aqidah atau keyakinan. Di dalam Al-Quran dengan tegas dikatakan sebagai berikut:

Artinya : tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(Surat Al-Baqarah 2:256)

Sebab turunnya ayat tersebut diatas yaitu berkenaan dengan Hushain dari golongan Anshar suku Bani Salim Bin Auf yang mempunyai dua anak yang kedua-duanya beragama Nashrani, sedangkan Hushain seorang Muslim. Ia bertanya kepada Rasulullah SAW : “Bolehkah mereka tetap memeluk agama Nashrani? “. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat tersebut diatas bahwa tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam. Akan tetapi begitu seseorang memeluk agama Islam, sudah barang tentu orang tersebut kena disiplin agama Islam. Seperti halnya seseorang tidak ada paksaan memasuki klub sepak bola, akan tetapi begitu ia masuk klub tersebut ia kena disiplin tertentu.

Dan yang saya sampaikan akan lebih jelas apabila kita membaca Al-quran surat Al-kafirun sebagai berikut:

Artinya : Katakanlah: "Hai orang-orang kafir., aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah., dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah., dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah., dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah., untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."( Surat Al-Kafirun 109: 1-6)

Kemudian perhatikan pula ayat dibawah ini:

Artinya : dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (Surat Al-Anam 6:108)

Pertanyaan: “Bagaimana ajaran Islam tentang berbangsa dan bernegara ?” Perhatikan ayat dibawah ini :

Artinya : Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil., Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Surat Al-Mumtahanah 60:8-9)

Artinya : dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(Surat Al-Baqarah 2:190)

Dalam berbangsa dan bernegara bolehkah mengangkat pemimpin yang non Muslim ? Perhatikan ayat dibawah ini

Artinya : janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu). (Surat Ali-Imran 3:28)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ? (Surat An-Nisa 4:144)

Demikianlah beberapa ayat Al-quran tentang toleransi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan jadi perhatian kita semua.

III. Hubungan Baik Sesama Manusia Dalam Ajaran-Ajaran Agama Besar Di Dunia

  1. Ajaran Agama Yahudi, dijelaskan sebagai berikut:
    • Jangan kamu bertuhan selain Aku
    • Janganlah menyembah patung berhala
    • Janganlah memakai nama Allah untuk berbuat yang tidak baik
    • Janganlah bekerja di hari ketujuh dari minggu itu dan hormatilah hari itu (sabtu) sebagai hari suci
    • Hormatilah ibumu dan bapakmu, supaya dilanjutkan umurmu dalam negeri yang dianugerahkan Allah mu kepadamu
    • Janganlah membunuh sesama manusia
    • Janganlah berbuat zina
    • Janganlah kamu mencuri i. Janganlah kamu mengatakan kesaksian dusta akan sesama manusia
    • Janganlah iri hati atau mengingini hak milik orang lain (Kitab Keluaran 20:1-17)
  2. Ajaran Agama Nashrani Dalam kitab Injil disebutkan sebagai berikut: Hukum yang terutama ialah “Dengarlah hai orang-orang Israel Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa” . Dan hukum yang kedua ialah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. (Injil Markus 12:29-31)
  3. Ajaran Agama Islam

Dalam Al-Quran tertulis sebagai berikut dan Hukum ini berlaku sejak Zaman sebelum Nabi Musa sampai dengan sekarang.

  1. Artinya : oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (Surat Al Maidaah 5:32)

IV. Penutup

Demikianlah tulisan ini saya sampaikan, mudah-mudahan memberikan manfaat untuk kita semua sehingga tidak terjadi kembali kesimpang siuran ditengah-tengah masyarakat kita. Dan setiap Muslim, pemeluk agama Nashrani, pemeluk agama Yahudi dan pemeluk agama yang lain hendaknya bisa membedakan antara ajaran agama yang ia peluk dengan sikap pemeluk-pemeluknya.

Bibliografi

  1. Al Qur’an dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al Qur’an, Jakarta, 1970
  2. Al Kitab, Lembaga Al Kitab Indonesia, Jakart, 1970
  3. Perjanjian Baru, Lembaga Al Kitab, Jakarta, 1970
  4. Izzudin Balyiq, Minhajus Shalihin min Ahadits wa Sunnatil Khatimil Anbiya Warmursalin, Darul Fathi, Cetakan I, Beirut, 1978
  5. Muh Ali As Shabuni, Shafwatut Tafasir, Jilid I & II, dan Al Qur’an Al Karim,Beirut, 1970