Ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo. Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti dinamit bila diledakkan. Subhanallah.

Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan. Dimana saja, di Negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda, karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik. Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata, “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya”. Dalam sejarah Islam, banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan seperti Mushaib bin Umair, Ali bin Abi tholib, Aisyah dll. Maka dari itu jika ingin Indonesia menjadi lebih baik maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda, perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda.

Mana mungkin kita sebagai pemuda bisa maju jika bermimpi saja tidak berani. Impian adalah cita-cita maka beranilah bermimpi. Impian akan menimbulkan niat, niat akan menimbulkan sikap, sikap akan menimbulkan usaha untuk mewujudkan cita-cita. Dan impian juga akan menimbulkan semangat, semangat ibarat api yang akan memicu ledakan potensi yang luar biasa. Sabda Nabi, “segala sesuatu itu tergantung niatnya”. Pemuda harus punya niat. Niat menumbuhkan kesungguhan dalam beramal, keseriusan dalam berfikir serta keteguhan dalam menghadapi halangan. Niat yang sempurna adalah niat karena Allah dengan landasan iman. Rasulullah bersabda dalam hadist dari Umar bin Khatab bahwa barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, barang siapa berhijrah untuk dunia yang ia cari atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya untuk yang ia niatkan. Dengan niat karena Allah kita akan mendapat ridho-Nya Insya Allah.

Pemuda yang hebat bukan pemuda yang berkata,”ayahku kaya, aku minta apa-apa pasti dituruti”. Tapi pemuda yang hebat dan berjiwa besar adalah pemuda yang berkata,”menjadi diriku dengan segala kekurangan”. Jadilah mereka pemuda yang mandiri, dengan kemandirian itu ia terpacu untuk tidak menggantungkan diri pada siapa pun kecuali kepada Allah. Menjadi yang tangguh, berusaha memacu dirinya menjadi lebih baik dari hari ke hari sampai akhirnya bisa merubah lingkungannya. Ia menjadi pemuda yang percaya diri. Jika sudah punya mimpi dan percaya akan kemampuan sendiri maka yang berikutnya ialah siap action untuk melakukan aksi-aksi perubahan. Merubah diri sendiri dengan menggendalikan hawa nafsu, mencari ilmu, memperbaiki ibadah. Berani mencoba untuk sebuah kemenangan tanpa takut gagal. Ingatlah bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Thomas alfa Edison berhasil menemukan bola mampu pada percobaan, tapi dia tidak menyerah.

Berani beraksi adalah wujud konsisten kita pada apa yang kita yakini, kita impikan. Memimpikan Indonesia menjadi lebih baik maka berani beraksi untuk perbaikan tersebut sesuai dengan kreativitas kita adalah hal yang hebat. Pemuda mempunyai banyak potensi. Akan tetapi jika tidak dilakukan pembinaan yang terjadi adalah sebaliknya. Potensinya tak tergali, semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik.

Sumber : Warta Al Azhar